• info@xspace.co.id
  • (021)82582400
News Photo

AIS Indonesia


Mengapa Indonesia belum memiliki AIS ?

Menjadi PR (Pekerjaan Rumah) tersendiri buat team xspace, mengapa hal ini belum dapat di implementasikan di republik ini, dimana negara kita sendiri memiliki jutaan jumlah kapal, ribuan pulau dan kemaritiman yang sangat besar.

Negara ini dengan perangkat dan dukungan regulasi yang ada, " mestinya sudah atau sedang" menerapkan ini di lokal kebutuhan republik ini sendiri, kalau dilihat dari sudut jumlah kapal nasional baik yang di produksi dari luar ataupun shipyard, galangan kita sendiri mestinya sudah menjadi dasar atau hal utama untuk penerapan ini.

Seperti AIS pada umumnya kita dapat memonitor aktifitas kapal diperairan Indonesia baik nelayan, aktifitas kargo maupun penumpang secara realtime yang di gabungkan dalam database server system. hal ini tentunya sangat bermanfaat buat pemilik kapal, pengguna kapal, masyarakat umum serta sektor lain seperti pengawasan dan intelejen negara.

Bagaimana penerapan ?

Secara umum, semua secara hirarki dapat kita ketahui, mulai dari Shipyard, galangan hingga PT Biro Klasifikas Indonesia (Persero), telah memiliki standard masing-masing untuk departement. dengan merangkul beberapa produsen IoT sonar, gps, radio frekwensi (pita radio) sudah menjadi jawaban tersendiri dalam penerepan implementasi sistem ini.

dukungan data center Indonesia, juga  sebagai pusat pengolahan database menjadi per-mudahan tersendiri dalam membangun sistem intergrasi ini.

Sepanjang pengetahuan kami, pengguna mode ini ( AIS ) sytem ini banyak digunakan oleh khalayak pengguna, baik pelaku usaha shipping sendiri dan sektor-sektor kridensial seperti pemilik kapal dan pemilik kargo, serta masayarakat umum. Dan dilihat dari nilai yang dikeluarkan pengguna aplikasi atau sistem ini juga cukup menggiurkan mengapa aspek usaha pembangunan data server dan module AIS ini.

Tentunya ini menjadi hal yang sangat menarik untuk dapat dibangun  dan di implementasikan di departemen DIRLALA, BKI, KPLP,KKP dan pihak lainnya, serta pihak swasta yang dapat bekerja sama dengan regulasi untuk mewujudkan impian besar ini ataupun berdiri sendiri.

Ada beberapa konsep yang dapat di kembangkan dalam pembangunan project besar ini, antara lain :

Infrastruktur 

 - Pembangunan infrastruktur server sebagai pusat data

 - Pembangunan Sistem data terpusat

 - Interkoneksi API dengan Worldwide ( Koneksi ke AIS non Indonesia )

 - Pita frekwensi channel tertentu ( Optional )

 - Pengembangan aplikasi konsumsi jalur independen dan public komersil

 - Interkoneksi database kepada alat ais existing di kapal Atau penerapan ulang dengan modul baru pada kapal

 - dan beberapa aspek lain yang sangat lugas dan presentatif dapat di paparkan  

Monetisasi

  - Central database AIS Indonesia dan asia

  - Konsumsi penggunaan jalur independen

  - Konsumsi penggunaan Koorporasi

  - Konsumsi penggunaan publik

  - Produse product Standard AIS Nasional

  - Brand mark untuk prinsipal ship owner indonesia

  - Hal lain yang timbul dari sebab akibat  

Dibeberapa pihak, "mungkin" hal akan sangat susah atau sulit diterapkan, karena dukungan jarak yang tak terbatas dan luasnya maritim dan kepulauan-kepulauan indonesia. Namun secara scope dan faktor pendukung sangat besar dapat diwujudkan, mulai dari survey yang kami laukan dari jumlah menara suar aktif Indonesia, Jumlah Syahbandar, KSOP, KUPP dan UPP, serta ribuan pelabuhan nasional termasuk Jetty dan Tersus, menjadi jawaban  atas kendala tersebut.


Kami memiliki batasan pada penerapan ini, meski tetap mencoba terus menganalisa dan menempakan diri untuk terus menggali pengetahuan tentang maritim dan teknologi kemaritiman Indonesia yang akan kami implementasikan pada sistem dan aplikasi yang telah kami release "Shipsapp Indonesia".

Kami sangat terbuka secara publik untuk berdikusi, faunding dan kerjasama, yang mana satu bagian cita-cita besar ini dapat dirasakan dan bermanfaat untuk masyarakat dan maritim Indonesia.


Kontak Person :

PT.Xspace Pratama Duta

Email : info @xspace.co.id

Whatsapp :  081717173680 


Salam satu jangkar

Paulus S Sihombing

__________________________________________________________________

Sumber informasi dukungan : WIKIPEDIA

Untuk TV analog, jangkauan transmisi VHF merupakan fungsi dari daya pemancar, kepekaan penerima, dan jarak ke cakrawala, sejak sinyal VHF merambat dalam kondisi normal di dekat fenomena Jarak pandang. Jarak ke radio horizon sedikit diperpanjang melewati garis geometris pandang ke cakrawala, sebagai gelombang radio lemah membelok kembali ke bumi oleh atmosfer.

Sebuah pendekatan untuk menghitung jarak pandang cakrawala (di bumi) adalah:

  • jarak dalam mil =  di mana  adalah tinggi antena dalam kaki
  • jarak dalam kilometer =  di mana  adalah tinggi dari antena dalam meter.

Perkiraan ini hanya berlaku untuk antena di ketinggian yang kecil dibandingkan dengan jari-jari Bumi. Perhitungan ini mungkin tidak selalu akurat di daerah pegunungan, karena permukaannya mungkin tidak cukup transparan untuk gelombang radio.


Modulasi amplitudo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian

Modulasi amplitudo (AM) adalah proses memodulasi sinyal frekuensi rendah pada gelombang frekuensi tinggi dengan mengubah-ubah amplitudo gelombang frekuensi tinggi tanpa mengubah frekuensinya. Frekuensi rendah ini disebut isyarat pemodulasi dan frekuensi tinggi adalah pembawa. Metode ini dipakai dalam transmisi radio AM untuk memungkinkan frekuensi audio dipancarkan ke jarak yang jauh, dengan cara superimposisi frekuensi audio pada pembawa frekuensi radio yang dapat dipancarkan melalui antena. Frekuensi radio adalah frekuensi yang dipakai untuk radiasi energi elektromagnetik koheren yang berguna untuk maksud-maksud komunikasi. Frekuensi radio terendah adalah sekitar 10 kHz dan jajarannya merentang hingga ratusan GHz. Pembawa yang termodulasi terdiri dari tiga frekuensi yang semuanya RF, yaitu  Pembawa.  Frekuensi samping atas.  Frekuensi samping bawah. Jika pembawa digambarkan oleh  disini  dan isyarat pemodulasi oleh  disini  maka amplitudo pembawa termodulasi dapat dinyatakan sebagai  kalau hal ini diuraikan, maka diperoleh

Jangkauan frekuensi 450MHz dari layanan data broadband berbasis 4G LTE Net1 bisa sejauh 50-60 Km base transceiver station (BTS), bahkan bisa sampai 100 Km sehingga cocok diaplikasikan di negera kepulauan seperti Indonesia yang memiliki 16.056 pulau.24 Mei 2018



Share This News

Komentar

Xspace - Software Developt | IT Konsultan Indonesia